Selasa, 27 September 2011

About Me :

Saya Muhammad Qodri Ramadhani dari mahasiswa BUDI LUHUR fakultas tekhnologi informasi..

kalau mau tau tentang saya:
simple aja sichhh,,
saya orang'a gak suka di atur,,tp saya sangat menhargai orang lain,,
saya mau berteman dengan siapa saja,,asalkan dy asik ue juga asik,,
singkat aja seputar informasi tentang saya,,
kalau d'kasih tau semua ,,, bahaya,,
hhahahaha..

SELAMAT DATANG D"BLOGGER Muhammad Qodri Ramadhani,,
banyak berita menarik tentang sepak bola,,

terima kasih,,,
 Persija dan Jakarta
 
Kota ini selalu menjadi pusat keramaian. selayaknya ibu kota di negara lain aktivitas di kota ini tidak pernah berhenti bergeliat  Mulai subuh kendaraan lalu lalang memadati semua sisi jalan tidak heran mudah dijumpai kemacetan dimana-mana. Pekerja berlomba untuk bisa sampai ditempat mereka selama ini mencari nafkah dengan menggunakan angkutan umum atau kendaraan pribadi, selain itu juga ditemui pelajar dan mahasiswa yang berangkat ke tempat mereka menuntut ilmu.

Selain Pekerja, pelajar dan mahasiswa, pedagang yang selama ini beraktifitas di Jakarta, masih harus ditambah juga dengan mereka yang berkarya di pinggiran jalan ataupun lampu merah diperempatan jalan demi menyambung kehidupannya.

 
Disaat para pekerja menyelesaikan jam kantornya, pedagang tenda-tenda makanan baru saja memulai usahanya yang dimulai dari matahari tenggelam diwaktu senja, hingga selesai pada saat matahari kembali terbit di pagi hari. Semua proses yang terjadi di kota Jakarta ini berlangsung selama 1x24 jam, 7 hari dalam seminggu, 30 hari dalam sebulan, dan 365 hari dalam setahun.

Semuanya memiliki andil dan kesibukan masing-masing di kota ini. Tapi ada satu yang dapat melepas kesibukan mereka dan berpusat pada satu pandangan. Walaupun wujud nyatanya yang terlihat mungkin hanya berkisar 40% dari mereka yang melakukannya.

Ketika adanya penggelaran pertandingan tim ini, rasanya mudah di jumpai teman-teman berbaju oren di sepanjang ruas jalan raya jakarta, tidak bisa dipungkiri PERSIJA dan JAKMANIA juga warna lain untuk JAKARTA yang semestinya di cintai penduduknya bukan menganggap sebagai public enemy dengan berbagai alasan, terutama alasan kemacetan yang kerap memomojokan disaat ada pertandingan Persija, padahal kalo mau sedikit cerdas, kemacetan Jakarta tetap tejadi walaupun Persija sedang tidak ada pertandingan.

Tidak jarang saya temui, pekerja yang selama ini beratribut kemeja dan dasi, serta lebih banyak menghabiskan waktunya digedung berpendingin udara, dan didepan computer, ketika Persija berlaga mereka dengan bangga datang langsung ke stadion dengan atribut khas dan kebesaran warna Oren.

Pelajar, dan mahasiswa tidak mau ketinggalan aksinya dalam mendukung team Persija, usai menunaikan kewajiban menuntut ilmu, mereka berbondong bonding datang ke stadion, meninggalkan sementara seragam, alat tulis serta diktat yang selama ini menjadi pegangan mereka, menggantinya  dengan jersey Persija, syal Jakmania, serta pengibaran bendera Persija mereka lakukan di stadion.

Tentunya ini sebuah gambaran yang luar biasa, tak ada pembeda'an kasta disaat sudah berbaur dalam stadion. Tak peduli anda siapa, tak peduli pekerjaan anda apa, Apa agama dan suku anda, pada saat didalam stadion, semua sama Saudara se  Persija.

Kisah itu akan terus tersimpan di dalan memori kehidupan. setiap pertandingan pasti memiliki warna dan kenangan yang berbeda.  Sampai akhirnya suatu saat nanti saya benar-benar melihat kota jakarta yang sepi ketika PERSIJA sedang tanding. Seperti contoh penduduk Brazil yang menghentikan segala aktivitas di negaranya ketika kala timnas Brazil tanding di Piala Dunia.

Kasta nya memang berbeda yang satu timnas yang satu tim lokal. Yang satu liga dunia yang satu liga lokal.
Tapi tidak ada yang tidak mungkin.
Mari jaga sama-sama sepakbola Indonesia khususnya PERSIJA ;) (ELKE-JO)
Persija Batal Mengikuti Tournament Andalas Cup Cetak E-mail
Ditulis Oleh Qodri
Tuesday, 27 September 2011
JakOnline-Persija Jakarta akhirnya memutuskan untuk tidak memberangkatkan teamnya ke kota Padang, Sumatera Barat memenuhi undangan dari panitia pelaksana (Panpel) Lokal yang rencananya diselenggarakan oleh manajemen Semen Padang FC di stadion Haji Agus Salim di kota Padang, Sumatera Barat. Keputusan Manajemen Persija untuk tidak memberangkatkan team berdasarkan informasi yang diterima langsung Jak Online pagi ini dari Internal Persija adalah berdasarkan atas tidak kunjung selesainya permasalahan “Dualisme” di dalam Persija sehingga sedikit banyak menghambat program latihan di team Persija Jakarta serta belum hadirnya pelatih kepala dan pemain lainnya sehingga dirasa nantinya team Persija benar-benar belum lengkap untuk menjalani tournament ini.
Sebelumnya Persija Jakarta memang akan memenuhi undangan dari pihak manajemen Semen Padang FC yang rencannya akan digelar pada tanggal 30 September 2011 hingga 2 Oktober 2011 yang akan diikuti oleh The Big Three : Semen Padang FC sebagai tuan rumah, Sriwijaya FC dan juga Persija Jakarta yang menggantikan PSPS Pekan Baru atas permintaan pihak stasiun televisi yang ingin menyiarkan secara langsung pertandingan pada tournament ini nantinya, belakangan pihak SFC telah lebih dulu membatalkan keikutsertaannya di ajang tournement ini dengan pertimbangan kelelahan fisik para pemain SFC setelah menghadapi tournament Kampiun Babel Cup 2011 di Bangka Belitung (Babel) dan selanjutnya SFC digantikan oleh klub Pelita Jaya, namun perhari ini Persija Jakarta yang pada akhirnya gagal mengikuti tournament Andalas Cup 2011 ini.(JO)